Sembuhkan dengan Pena
Gw dapet artikel ini dari Superstar Gading No.23/TH II edisi 9-15 Juni 2006 (Terbit tiap Jumat):
Sembuhkan Dengan Pena
Tak banyak orang yang punya hobi menulis buku harian. Padahal, dengan menungkapkan segala masalah dan persoalan ke dalam buku harian, trauma emosional yang dihadapi bisa jadi dapat disembuhkan. Hanya dengan mengambil pena lalu menuliskan segalanya, semua persoalan yang mengganjal dan membebani, berbalik menjadi sesuatu yang lebih menantang. Meski begitu, banyak orang merasa tidak bisa dan kesulitan memulai semuanya.
Kuncinya adalah berani memulai. Dengan sendirinya, kita akan menemukan gaya tulisan kita. Seiring dengan populernya terapi ini, para psikolog kemudian menemukan bahwa ternyata terapi tulisan ini tidak bisa diterapkan untuk setiap orang. Bentuk tulisan lain mungkin akan lebih berguna dalam membantu mencapai transformasi pribadi.
“Tidak ada bentuk tunggal. Setiap orang memiliki gaya dan modelnya masing-masing,” ujar James W. Pennebaker, psikolog dari University of Texas di Austin, Amerika Serikat. Selain itu, trauma yang dialami antara orang yang satu dengan yang lain sangat berbeda. Kadar kesulitan dan beratnya masalah juga berbeda.
Meski demikian, mernurut James, tulisan yang berisi ungkapan hati, bagi penulisanya sendiri memiliki potensi besar dalam menyembuhkan ketidakseimbangan emosi. Apa sebenarnya yang terjadi saat menulis sehingga tulisan tampaknya memiliki kekuatan luar biasa menyembuhkan trauma fisik dan psikis? James menyebutkan, ketika seseorang mulai menuliskan seluruh emosi dan pengalamannya dalam sebuah tulisan, dia menempatkan seluruh pengalamannya itu dalam sebuah frame seperti Anda meletakkan foto diri Anda dalam sebuah pigura.
Saat itulah Anda bisa melihat dengna jelas masalah apa yang sebenarnya Anda hadapi. Menulis, menuru James, adalah sebagian langkah menuju tindakan refleksi. Harapannya segala persoalan akan bisa dianalisis atau dilihat lagi secara proporsional.
Secara filosofis, langkah menulis memberi jarak antara Anda sendiri dengna masalah yang sedang Anda hadapi. Seluruh pengalaman bisa dilihat lagi dengan jelas dan Anda menjadi tidak terobsesi. Dengan mengambil jarak inilah, proses penyembuhan berlangsung.
So, ternyata nulis bukan cuma sekedar hobi aja ya, malah bisa sampe menyembuhkan segala. Tumpahkan semuanya ke tulisan. Gw sering nulis (sebenernya sih ngetik) diary, gw tulis semuanya, baik seneng, sedih, sampe kesel. Abis tulis semuanya itu, perasaan akan lebih lega dan lo bisa tarik napas panjang untuk memulai hari baru.
June 29th, 2006 at 6:06 pm
cool article dude!^_^