Little Girl and the suicide problem
Monday, February 20th, 2006blog ini ditulis hari sabtu tanggal 18 februari, baru bisa diposting sekarang (gara2 gw lupa)
Minna-san, genki desu ka? Wuih gw udah lama banget ga berkutat dengan Japanese sejak Ierra-Sensei got off to Japan.
Yesterday I went to PD Pelangi Kasih (Sebulan sekali, Jumat di lantai atasnya Paradiso Konica Sunter Nirwarna jam 5). I found a little girl (probably 10-12 yrs old) that is very interesting.
She came with her Mom and start to chat with Romo (Rm Alfrits M, Msc.), my Mom, and a few other adults. Gw sih denger dari kejauhan sambil makan es buah.
(Sebenernya gw cuma denger sepotong2 aja sih, ga terlalu jelas)
The first thing I heard is my Mom’s voice, "Ayo sana tanya Romo, kalau bunuh diri bisa nyusul Papa, nggak?"
Then Romo gave some comments (gw ga denger apa) then the little girl said something like this: "Kapan sih sampe aku baru bisa nyusul Papa?"
Romo answer, (kurang lebih) "Waktunya orang dipanggil tuh berbeda2, bisa cepet ato lama."
Then my Mom gave a comment, "Liat Tante yang di sana, suaminya udah meninggal tapi dia masih hidup sampai sekarang."
(Trus si anak itu malah bilang nyokap gw bohong. Yah biasalah namanya juga anak kecil)
The most interesting part, anak itu ngambil Alkitab dan baca satu ayat yang menurut dia, bagian itu menjelaskan kalo Tuhan nggak ngelarang orang bunuh diri.
(Gw bener2 nyaris keselek pepaya, tau ngga!)
Selanjutnya sih gw ngga denger pembicaraan mereka lagi soalnya gw pulang (untung gw pulang cepet, kalo ngga gw juga akan terjebak di hujan badai yang kemarin malem tuh!)
I never really sure a kid like this exist in the real world, I thought only in movies or comics…. really!
A little girl think about suicide to catch up with her late Father. Masalahnya ya, tu anak ngomong hal2 tadi tuh dengan nada CERIA dan biasa2 aja!
Kayaknya kasus suicide udah terlalu banyak deh. Di Jepang tuh paling banyak, terutama anak2 remajanya. Kebanyakan desperate people sih (bukan Desperate Housewives yah!)
Dari kemaren I thought about this kid over and over again. Is she really try to commit a suicide? I mean, she’s just a primary school student. Is her Mom teach her the right stuff?
Kalo diliat2 sih, di Indonesia ini juga ada banyak kasus anak2 bunuh diri gara2 masalah yang lebih kecil daripada anak tadi.
Hmm, jadi inget, my sister gave a comment when we got back home, "Tu anak terlalu JENIUS atau MENGERIKAN, sih?"
I ask, for everyone who read this blog entry, to leave a comment about this case. Me, myself, cannot think further. What a spooky kid!